Synaptics Astra SR200 Gabungkan Pemrosesan AI Suara dan Visual dalam Satu Chip

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan semakin mendorong kebutuhan perangkat pintar yang mampu memahami suara dan gambar secara langsung. Menjawab kebutuhan tersebut, Synaptics memperkenalkan Astra SR200 Series pada 20 Oktober 2026 sebagai keluarga chip multimodal Edge AI yang menggabungkan pemrosesan audio, visual, dan kecerdasan buatan dalam satu platform. Chip ini memanfaatkan teknologi Synaptics Torq AI Engine dengan Coral NPU dari Google Research serta kombinasi prosesor Arm Cortex-M85 dan Cortex-M52. Kehadirannya membuka peluang pengembangan perangkat wearable, kamera pintar, dan sistem industri yang lebih responsif, hemat energi, serta tidak selalu bergantung pada layanan cloud.
Inovasi Astra SR200 untuk Pemrosesan Suara dan Gambar
Synaptics Astra SR200 Series merupakan rangkaian chip AI multimodal yang dirancang untuk menjalankan sejumlah fungsi AI pada perangkat secara langsung di perangkat. Dalam pengembangan tersebut, Synaptics menghadirkan istilah xMCU untuk menandai kelas perangkat pemrosesan baru. Berbeda dari mikrokontroler konvensional, xMCU memadukan prosesor, akselerator AI, dan memori dalam arsitektur perangkat keras yang ringkas. Pendekatan ini membantu perangkat menangani pemrosesan multimodal dengan mempertimbangkan keterbatasan perangkat kecil. Hasilnya, industri memperoleh alternatif teknologi untuk mengembangkan produk berbasis Edge AI.
Peluncuran keluarga chip ini berkaitan erat dengan pertumbuhan Edge AI. Dalam konteks komputasi modern, Edge AI adalah pendekatan menjalankan model AI dekat sumber data. Melalui mekanisme tersebut, data tidak selalu harus dikirim menuju pusat komputasi cloud. Dalam penggunaan praktis, sensor industri mampu menganalisis kondisi operasional melalui pemrosesan AI di perangkat. Metode komputasi ini dapat mempercepat respons perangkat, sekaligus mendukung perlindungan informasi pengguna. Meski menawarkan keuntungan, efektivitasnya ditentukan oleh desain produk.
Arsitektur Arm Cortex dan Coral NPU pada Astra SR200
Pada bagian pemrosesan utama, Astra SR200 Series menggabungkan prosesor Arm Cortex-M85 dan Cortex-M52. Kombinasi tersebut dirancang untuk membagi pekerjaan berdasarkan kebutuhan. Cortex-M85 berperan dalam pemrosesan multimedia dan tugas kompleks, sedangkan Cortex-M52 mendukung tugas berdaya rendah. Dalam konfigurasi Astra SR250, Cortex-M85 memiliki frekuensi hingga 800MHz, sementara Cortex-M52 beroperasi pada kecepatan maksimum 200MHz. Pengaturan komputasi ini membantu menyeimbangkan performa dan konsumsi energi. Pada implementasi produk Edge AI, keseimbangan tersebut menjadi penting karena banyak perangkat menggunakan baterai.
Sebagai pendukung pemrosesan kecerdasan buatan, Synaptics membekali platform dengan akselerator Torq AI yang menggabungkan akselerator neural Coral ke dalam arsitektur. Neural Processing Unit dikenal sebagai komponen khusus untuk menjalankan operasi AI. Berkat kemampuan pemrosesan neural, Astra SR200 dapat menangani sejumlah jenis jaringan saraf seperti CNN, transformer, dan fully connected networks. Kemampuan tersebut mendukung berbagai kebutuhan inferensi, termasuk deteksi objek. Meski demikian, tingkat performa bergantung pada struktur jaringan neural. Untuk memperoleh hasil optimal, evaluasi performa masih diperlukan sebelum menjalankan perangkat pada lingkungan operasional.
Perbedaan Varian Astra SR210, SR230, dan SR250
Keluarga Astra SR200 terdiri atas tiga pilihan produk, yaitu Astra SR210, SR230, dan SR250. Ketiga model tersebut dirancang dengan kompatibilitas pin antarmodel sehingga produsen lebih mudah menyesuaikan kemampuan perangkat. Model SR210 ditujukan untuk pemrosesan neural dengan kapasitas 200 GOPS. Model awal ini difokuskan pada pengenalan suara dan sensor aktif terus-menerus. Pada kelas menengah, Astra SR230 memiliki performa neural sebesar 300 GOPS dengan kemampuan pemrosesan gambar serta tampilan. Konfigurasi tersebut relevan bagi perangkat wearable dengan layar.
Pada kategori tertinggi, Astra SR250 menawarkan kemampuan AI hingga 400 GOPS. Varian tersebut mendukung dua jalur pemrosesan visual dan tampilan. Dukungan tersebut membantu aplikasi yang menggunakan lebih dari satu kamera. Sebagai contoh, perangkat industri bisa menggunakan dua jalur visual untuk pemantauan. Manfaat tambahan adalah dukungan ekosistem perangkat lunak terpadu. Dengan pendekatan tersebut, produsen dapat mengembangkan beberapa kelas produk. Meski fondasi perangkat keras dapat digunakan bersama, performa produk akhir tetap bergantung pada konfigurasi sistem.
Integrasi Pemrosesan Audio dan Visual pada Astra SR200
Salah satu keunggulan utama dari Synaptics Astra SR200 adalah kemampuan menangani suara serta gambar dalam rancangan perangkat keras yang ringkas. Pada bagian audio, platform ini menyediakan antarmuka mikrofon digital. Sistem antarmuka ini memungkinkan penggunaan hingga enam mikrofon digital. Selain itu, platform mendukung prosesor sinyal digital HiFi 5 sebagai pilihan. Akselerator audio tersebut dirancang menangani berbagai tugas akustik. Dalam penerapan praktis, asisten suara bisa mendeteksi perintah tertentu menggunakan pemrosesan lokal berdaya rendah.
Untuk kemampuan pemrosesan gambar, Astra SR200 memungkinkan integrasi kamera dengan antarmuka berkecepatan tinggi. Arsitektur perangkat keras ini dapat dilengkapi dua image signal processor. Image Signal Processor digunakan untuk pemrosesan keluaran sensor gambar. Selain itu, tersedia pemroses grafis 2.5D yang mendukung antarmuka pengguna. Fungsi output visual mencakup konfigurasi satu layar Full HD 60Hz atau dua layar Full HD 30Hz. Melalui kemampuan multimedia tersebut, produsen memperoleh fondasi bagi sistem visual interaktif tanpa harus menambahkan banyak chip pemrosesan khusus.
Teknologi Memori dan Perlindungan Data pada Synaptics Astra SR200
Tidak hanya mengutamakan performa, Synaptics Astra SR200 menggunakan arsitektur penyimpanan data yang fleksibel. Arsitektur perangkat kerasnya menyediakan hingga 8MB SRAM bersama sistem DRAM terintegrasi dengan kapasitas fleksibel. Menurut rancangan produk perusahaan, memori tambahan dapat diperluas hingga ratusan megabita. Rancangan penyimpanan tersebut membantu menangani kebutuhan memori jaringan neural. Dibandingkan DRAM sistem konvensional, sistem DRAM khusus disebut beroperasi pada sekitar sepertiga konsumsi daya DRAM biasa untuk skenario pemrosesan tertentu. Walaupun menjanjikan efisiensi, penghematan aktual bergantung pada konfigurasi perangkat.
Selain pengelolaan energi, Astra SR200 dilengkapi mekanisme keamanan berbasis perangkat keras. Beberapa kemampuan tersebut mencakup verifikasi keamanan saat perangkat menyala, akselerasi kriptografi, serta perlindungan terhadap manipulasi fisik. Sistem tersebut mendukung perlindungan data dan perangkat lunak. Synaptics juga menargetkan PSA Level 3 dan CC EAL4+ sebagai kerangka evaluasi keamanan. Walaupun rancangan mengacu pada standar tersebut, pencapaian standar tetap membutuhkan proses penilaian resmi. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, Astra SR200 mendukung pengembangan produk dengan perlindungan terintegrasi.
Penutup: Peran Chip Multimodal dalam Pengembangan Perangkat Pintar
Peluncuran Synaptics Astra SR200 Series memperluas kemampuan mikrokontroler untuk kecerdasan buatan. Melalui integrasi Arm Cortex-M85, Cortex-M52, Torq AI Engine, dan Coral NPU, platform ini mampu mendukung pemrosesan multimodal. Pilihan tiga varian membantu produsen menyesuaikan spesifikasi dengan performa AI hingga 400 GOPS. Selain itu, dukungan perangkat lunak terbuka dan pengelolaan energi menjadi bagian penting dari rancangan. Di tengah kemajuan TEKNOLOGI perangkat pintar, pemrosesan AI lokal semakin relevan. Menurut Anda, apakah integrasi AI suara serta visual akan menjadi standar perangkat masa depan? Silakan bagikan pendapat Anda mengenai inovasi ini.








